Kata-kata:

Semua Postingan di Blog saya ini, semata untuk dokumen kegiatan saya dan untuk sharing(berbagi), yang sewaktu-waktu saya buka kembali. Ibarat hal ini sebagai buku catatan saya.

"Sejelek-jeleknya tulisan/catatan/postingan, adalah sebaik-baiknya ingatan. "(anonim).

Minggu, Desember 12, 2010

Awas Penipuan Lewat Handphone

Baru kali ini aku juengkel dengan ulah Bedebah, brengsek Bejaaat Penghianat Penipu di negeri ini. Kejadiannya sih bukan pada saya, tapi kebetulan adik saya perempuan. Adik saya kan kebetulan baru jadi pengangguran, kemarin-kemarin sih jadi TKW. (Oh... nasib tkw). Sebenarnya sih nggak tragis, cuma hampir saja kena tipu. Kulihat sekilas betapa seorang bisa kena pengaruh dari aksi penipuan, itu yang sedang saya amati. Coba bayangkan seseorang yang kena pengaruh ibarat kena hipnotis, tidak sadar dirinya sedang diperdaya/diakali/ditipu oleh Si Bedebah Penipu. Kulihat Si Korban berharap moga-moga betul dapat hadiah NOMPLOK. Saat itu Adikku dapat telepon langsung, eh kebetulan ada saya. Dia langsung ngomong "Eh Mas aku dapat telepon katanya aku dapat hadiah "SEPEDA MOTOR" dengan mengatasnamakan dari TELKOMSEL". Kakakku saat itu juga ada di situ, langsung komentar bahwa itu "PENIPUAN". Akupun mikir mestinya kalau bukan akal-akalan untuk menipu mestilah ada hal-hal yang perlu diketahui oleh orang awam/umum. Cuma, Eh...bukan cuma tapi Nyatanya banyak masyarakat yang masih belum tahu, sehingga aksi-aksi seperti ini masih banyak dilakukan, bisa lewat Telpon langsung, sms, bahkan sampai Penipu berani menemui korbannya. Selang beberapa menit Eh Dia Pelaku nelpon lagi, kali ini Ibu saya yang menerima dan kebetulan langsung diberikan HPnya itu ke saya. Langsung aku tanya siapa Anda, Dia jawab dari "telkomsel". saya ulangi lagi "Anda siapa dan di mana" Eh Dianya langsung tutup bicara/HP. Mungkin Pelakunya wah ini gak mungkin bisa untuk jadi korban, daripada buang waktu dan pulsa ya diputus koneksinya.

Baru saja saya diberitahu Ibu saya bahwa teman Ibu saya jadi korban penipuan dapat hadiah Mobil, entah bagaimana kejadiannya di ketipu + - Rp 30 Juta-an. Katanya Dia(korban) sekarang kaya orang Strees.Kakak saya juga kena tipu yaitu istrinya dikabari bahwa kakak saya kecelakaan, entah bagaimana juga kok bisa-bisanya disuruh ngirim pulsa Hp 50 ribu mau.

Buat yang terlanjur jadi pelaku :

Tolong ....! Uh.. Betapa sayangnya Anda dikaruniai Umur...Otak...Kesehatan hanyalah untuk kejahatan bagi sesamanya.
Kejamnya Anda ...Kanibalnya Anda. Lebih kejam daripada Si Sumanto pemakan Mayat.
Karena yang kau makan orang yang masih hidup.
Sudah berapa banyak yang loh makan dari korban-korban loh.
Segera tobaat. Brapa lama sih Hidup ini.
Rakyat ini sudah banyak menderita, jangan kau buat derita mereka lagi.
Nenek-kakek moyang kita juga sudah menderita 3 1/2 abad dijajah Spanyol, Inggris, Portugis, Belanda dan Jepang. Ingatlah sejarah.
Kalau Anda sedang kepepet, kesulitan ekonomi atau apalah masalahnya. Ya jangan pakai cara-cara BIADAB seperti ini.
Banyak cara untuk cari rejeki yang halal dan mulia. Dan saya kira masih banyak orang yang mau membantu Anda untuk mencari rejeki yang halal.

Kalau aku Jadi orang yang kuasa dibidangnya :
  • Aku sampaikan pesan lewat media Informasi TV, Koran, (kali ini BLOG selalu ada), dsb.

Bukan Iklan komesiiil saja sebagai makanan tiap hari, yang mengajak untuk budaya konsumtif. Tidak sebanding dengan siaran edukatifnya. Kulihat yang kreatif sementara acara di TV negeri kita ya acara dari Jepang yg kreatif.


Aksi lewat sms, saya kira mungkin hampir setiap orang yang punya HP pernah beberapa kali menerima pesan SMS dapat hadiah. Buktinya HP saya gonta-ganti Kartu perdana selalu ada saja kasus seperti itu. Mungkin Pelaku hanya iseng ataupun memang jadi profesinya Tukang Tipu. Tapi menurut saya, iseng apalagi Profesional secara istilahnya matematik katanya, 1 dari 10 orang mungkin bisa jadi Korbannya.
Bagaimana kalau kejadian itu menimpa keluarga Anda?.

0 komentar: