Kata-kata:

"Sejelek-jeleknya tulisan/catatan/postingan, adalah sebaik-baiknya ingatan. "(anonim).

Wednesday, December 21, 2011

Ejek Mengejek, Olok Mengolok

Betapa prihatinnya Gue, melihat sesama WNI, Seagama lagi ..... tapi masih suka Ejek-mengejek dan Olok-Mengolok...Hua..hha...ha...haa

Buktinya, baru saja Gue lihat berbagai perdebatan terhadap artikel Postingan di http://abibakarblog.com/polemik/gus-dur-murtad-kata-ustad-abu-bakar-baasyir/

Gue Pikir kayanya bangsa kita masih mengidap penyakit yang pernah disebarkan oleh "Wong Londho" dulu yaitu Penyakit "De Vide Et Impera"

Islam dikatakan sebagai agama yang dapat memberi rahmat bagi semesta alam....
Islam dikatakan sebagai agama yang memberi kemerdekaan.....
Islam ....... ( wah nggak usah banyak-banyak, buktinya mana?)

Menurut Gue Islam sebagai Agama yang memberi kemerdekaan:
  • Silakan Anda mau pilih jalan yang mana lurus atau berbelok, jalan benar atau salah silakan.....(benar nggak?, silakan pilih Neraka atau Sorga!)
  • Dalam Q.S Al-Kafirun, dinyatakan dalam menyikapi perbedaan agama, dengan "lakum diinukum waliyadiin", Untukmu agamamu, dan untukku agamaku"
  • Dan untuk kerukunan dalam seagama  juga mengatakan "Amalanku ya kiye, Amalanmu ya ngonoh...resiko ditanggung penumpang"
Dalam Islam diajarkan macam-macam Aturan, termasuk untuk menyeru/mengajak kebenaran apalagi:

Gue masih ingat-ingat lupa, kalau nggak salah bunyinya "Da'a ilaa sabili Robbika bil-Hikmah wal-mau'idhotil hasanah wa-jadilhum billati hiya...ahsaan".

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Al An’aam

Islam mengajak untuk Bersatu "Wa'tasimu bihablillah walaa tafarroquu", "Berpegang teguhlah dgn tali-Nya, dan jangan berpecah-belah"

Islam melarang ejek-mengejek, olok-mengolok dengan tersurat "yaa ayyuhalladzinaa aamanu laa yaskhor qoumun min qoumin 'asyaa anyakuunu khoeron minhum.......,.......wa-laa talmizu anfusakum wa-laa tanaa bazu bil alqoob, bi'sal ismul fusuuqu ba'dal iimaan, wa man lam yatub faulaaika humudzoolimuuna"

"dan janganlah kamu mencela dirimu-sendiri"

Islam juga melarang agar tak mudah berburuk sangka:
"Yaa ayyuhalladzina aamanujtanibu katsiron minadz dzonni, inna ba'dodz-dzonni ismun, wa-laa tajassaasu, wa-laa yaghtab ba'dukum ba'don, anyuhibbu anyakula lama akhiihi mayyitan fakarihtumuh....wattaqulloh innalloha tawwaburrokhiimi"

Hati-hati dengan berprasangka, karena sebagian dari prasangka adalah DOSA.
 ================================================================

Hati-hatilah dalam menggunakan Pisau, agar tidak tersayat....

Hati-hatilah dalam menggunakaan lisan agar tidak menyayat, menggunjing, dan makan bangkai orang.

"man kaana yu'minu billahi wal yaumil aakhir, falyaqul khoeron auliyasmut",
Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir, maka bicaralah hal kebaikan atau diam.

 ======================================================================
Membicarakan perbedaan tak ada selesainya, lebih baik cari prinsip kesamaanya yang bisa diterima.....
sbg contoh kebanyakan kita percaya atau meyakini bahwa Tuhan atau yang mencipta kita semua adalah satu, artinya kita sama-sama ciptaan-Nya.

Saya masih ingat Nabi SAW, pernah membenarkan kepercayaan seorang bahwa Tuhan itu ada di Langit, karena kadar kepercayaan orang itu baru sampai disitu. Keyakinan manusia butuh proses, sebagaimana kisah Nabi Ibrahim awalnya dalam konsep mengenal tentang Ketuhanan.

0 comments: