Kata-kata:

Semua Postingan di Blog saya ini, semata untuk dokumen kegiatan saya dan untuk sharing(berbagi), yang sewaktu-waktu saya buka kembali. Ibarat hal ini sebagai buku catatan saya.

"Sejelek-jeleknya tulisan/catatan/postingan, adalah sebaik-baiknya ingatan. "(anonim).

Selasa, Juli 27, 2010

Tips Menjadi Orang yang Paling Bahagia

  1. Keimanan menghapuskan keresahan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah.
  2. Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu, karena telah pergi dan selesai.
  3. Terimalah qadha’ yang telah pasti dan rezeki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahlah kegelisahan.
  4. Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram, dosa akan diabaikan, Allah akan menjadi ridha, dan tekanan hidup akan terasa ringan.
  5. Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Tak ada yang harus Anda lakukan terhadap orang yang membangkang, mendengki, dan iri hati.
  6. Ketika waktu tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan semangat yang ada untuk menjadi lebih baik pada hari ini.
  7. Biarlah masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika Anda melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik.
  8. Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.
  9. Hindarilah sesama manusia kecuali untuk berbuat baik. Jadilah orang yang senantiasa berada di dalam rumah, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri Anda, dan kurangilah berbaur dengan banyak orang (yang tidak membawa manfaat).
  10. Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.
  11. Semesta ini dibangun di atas sebuah keteraturan. Karena itu, pakaian, rumah, meja, dan kewajiban Anda harus dikerjakan dengan rapi.
  12. Keluarlah ke tempat yang lapang, lihatlah kebun-kebun nan indah, dan sibaklah ciptaan dan kreasi Sang Pencipta.
  13. Anda harus berjalan-jalan dan berolah raga. Jauhilah kemalasan dan ketidakberdayaan. Tinggalkan kekosongan dan pengangguran.
  14. Bacalah sejarah, pikirkan keajaiban-keajaibannya, renungkan keanehan-keanehannya, simak kisah-kisah dan kabar-kabarnya.
  15. Perbaharuilah hidup Anda. Jadikan hidup Anda lebih bervariasi. Ubahlah rutinitas hidup Anda.
  16. Jauhi dan kurangi makanan-makanan perangsang misalnya, kopi dan teh, dan hati-hatilah terhadap rokok dan yang lainnya.
  17. Perhatikan kebersihan pakaian. Perhatikan bau badan. Perhatikan penampilan luar. Jangan lupa menggosok gigi dan memakai parfum.
  18. Jangan membaca buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa.
  19. Ingatlah, bahwa Rabb sangat luas ampunan-Nya, menerima taubat, mengampuni hamba-hamba-Nya, dan menggantikan kejahatan dengan kebaikan.
  20. Bersyukurlah kepada Rabb atas nikmat agama, akal, kesehatan, penutup (aib), pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, serta nikamt-nikmat lainnya. Sebab, tidaklah Anda tahu bahwa di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjarakan, dilumpuhkan atau ditimpakan bencana?
  21. Hiduplah bersama Al-Quran baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab, ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
  22. Bertawakallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.
  23. Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada Anda. Sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silaturahmi dengan Anda. Berilah orang yang pernah tidak pernah memberi kepada Anda. Bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda, niscaya Anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Anda.
  24. Bacalah secara berulang-ulang laa hawla walaa quwwata illa billaahi, karena bacaan ini akan membuat hati menjadi tenteram, memperbaiki keadaan, membuat berat menjadi ringan, dan membuat Yang Maha Kuasa menjadi ridha.
  25. Perbanyaklah membaca istighfar, sebab dengan istighfar akan ada rezeki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu yang berguna, akan ada kemudahan, dan akan ada penghapusan dosa.
  26. Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan, dan keluarga dengan kelegaan hati, niscaya Anda akan mendapatkan ketenteraman dan kebahagiaan.
  27. Ketahuilah, bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesulitan itu akan ada jalan keluar. Ketahuilah, bahwa keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari itu akan senantiasa bergulir.
  28. Optimislah, jangan pernah berputus asa dan menyerah tanpa usaha. Berbaiksangkalah kepada Rabb. Dan, tunggulah segala kebaikan dan keindahan dari-Nya.
  29. Terimalah pilihan Allah untuk Anda dengan gembira. Sebab, Anda tidak tahu tentang kemaslahatan. Bisa jadi kesulitan itu baik daripada kemudahan.
  30. Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb, akan mengajarkan dkepada diri anda bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga dari diri Anda.
  31. Anda membawa banyak kenikmatan dalam diri Anda, dan membawa pundi-pundi kebaikan yang Allah karuniakan kepada diri Anda.
  32. Berbuat baiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang agar Anda akan mendapatkan kebahagiaan dari menjenguk orang sakit, dari memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan, dan dari mengasihi anak yatim.
  33. Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.
  34. Ketahuilah bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian. Tidak seorang pun yang lepas dari kesedihan, dan tidak seorang pun luput dari kesulitan.
  35. Yakinlah bahwa dunia ini adalah tempat cobaan, ujian, tantangan, dan kesedihan. Karena itu, terimalah ia apa adanya dan mintalah pertolongan kepada Allah.
  36. Belajarlah dari orang-orang terdahulu: yang pernah dikucilkan, yang pernah dipenjarakan, yang pernah dibunuh, yang pernah diuji, dan yang pernah dibuang dn dikeluarkan dari negerinya.
  37. Pahala dari semua yang menimpa Anda ada pada Allah, baik itu kesedihan, keresahan, kelaparan, kefakiran, rasa sakit, hutang, dan musibah-musibah yang lain.
  38. Ketahuilah, bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba dan menambah pahala.
  39. Jangan menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan jangan menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar.
  40. Kebanyakan yang ditakuti orang itu tidak pernah terjadi.
  41. Kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tidak pernah terjadi. Di sisi allah lah semua kecukupan, dan di sisi allah lah semua pengawasan dan pertolongan.
  42. Jangan bergaul dengan orang-orang pendendam dan jangan pula dengan orang-orang pengangguran dan pendengki. Sebab mereka adalah penyakit jiwa, pembawa kesedihan dan keresahan.
  43. Usahakan melakukan takbiratul ihram bersama-sama, perbanyaklah berdiam diri di masjid, dan biasakan dirimu untuk menyegerakan shalat agar Anda mendapatkan kebahagiaan.
  44. Jauhilah dosa-dosa, sebab dia adalah sumber keresahan dan kesedihan, dan pintu ke arah musibah serta keadaan tertekan.
  45. Bacalah selalu laa Ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh Zhaalimiin, sebab doa ini memiliki rahasia yang sangat ajaib untuk melepaskan seseorang dari kesulitan, dan merupakan berita yang agung tentang dihapuskannya cobaan.
  46. Jangan terpengaruh dengan perkataan jelek dan ungkapan keji yang dikatakan tentang diri Anda, karena itu akan menyakiti orang yang mengatakannya, dan bukan diri anda sendiri.
  47. Cercaan musuh dan umpatan orang-orang yang dengki kepada diri anda setara dengan nilai diri Anda, Sebab, kini anda menjadi bahan omongan dan seorang yang penting.
  48. Ketahuilah, bahwa orang yang mengghibah anda berarti menyetorkan kebaikan-kebaikan kepada Anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan Anda, dan menjadikan diri anda orang yang terkenal. Tentu saja yang demikian ini adalah nikmat.
  49. Jangan terlalu ketat menekan diri untuk melakukan ibadah. Lakukan yang sunnah dan ketaatan sdang-sedang saja. Tempuhlah jalan pertengahan, dan jangan berlebihan.
  50. Tuluskan tauhid anda untuk Rabb agar hati terbuka. Sejernih mana tauhid Anda dan sebersih mana keikhlasan Anda, maka sejernih dan sebersih itu pulalah kebahagiaan Anda.
  51. Jadilah sosok pemberani yang berhati teguh dan berjiwa kuat. Anda memiliki semangat dan tekad. Jangan sekali-kali Anda termakan oleh rumor dan cerita-cerita yang tidak benar.
  52. Jadilah orang dermawan, sebab orang yang dermawan hatinya akan selalu lapang dan jiwanya luas. Sedangkan orang yang pelit hatinya pengap dan nuraninya kotor.
  53. Tersenyumlah kepada siapa saja, niscaya anda akan mendapatkan cinta kasih mereka. Haluskan tutur kata Anda niscaya mereka akan mencintaimu. Dan, rendahkan hati kepada mereka niscaya mereka akan menghormati Anda.
  54. Balaslah perbuatan baik dengan yang lebih baik. Berbuat baiklah kepada sesama, padamkan semua api permusuhan, berdamailah dengan musuh, dan perbanyaklah teman.
  55. Pintu kebahagiaan terbesar adalah doa kedua orang tua. Berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak Anda sukai.
  56. Hadapilah manusia itu apa adanya dan maafkan apa yang mereka lakukan. Ketahuilah bahwa ini merupakan sunah Allah pada manusia dan kehidupan itu sendiri.
  57. Jangan hidup dalam idealisme-idealisme, tapi hiduplah dengan realita. Sebab, dengan hidup dalam idealisme, sama saja dengan Anda menginginkan dari orang lain apa yang tidak dapat Anda lakukan. Karena itu, jadilah orang yang obyektif (dalam melihat kenyataan).
  58. Hiduplah sederhana, dan jauhi semua bentuk foya-foya dan pemborosan. Sebab setiap kali badan diajak foya-foya, maka jiwa akan semakin terhimpit.
  59. Lakukan dzikir-dzikir tertentu, sebab ia akan menjadi penjaga dan pelindung Anda. Dan, di dalamnya ada kebenaran dan petunjuk yang akan membuat waktu-waktu Anda menjadi lebih bermakna.
  60. Rencanakan pekerjaan-pekerjaan itu, jangan menggabungkannya dalam satu waktu. Rencanakan pekerjaan-pekerjaan yang akan Anda kerjakan dalam satu rentang waktu tertentu, dan luangkan beberapa waktu di antaranya untuk istirahat agar optimal.
  61. Lihatlah orang yang lebih rendah dari diri Anda dalam hal tubuh, rupa, harta, rumah, pekerjaan, dan keluarga. Tujuannya, agar anda mengerti bahwa yang lebih rendah dari Anda dalam hal-hal dimaksud masih ribuan jumlahnya.
  62. Tanamkan dalam keyakinan Anda bahwa siapa saja yang menjalin komunikasi dengan Anda tidak terlepas dari cela, baik itu saudara, anak, istri, kerabat maupun teman, karenanya persiapkan diri anda untuk menerima semua.
  63. Maksimalkan bakat yang diberikan kepada diri Anda, ilmu yang Anda sukai, rezeki yang dikaruniakan kepada diri Anda, dan pekerjaan yang cocok untuk Anda.
  64. Hati-hati, jangan sekali-kali melukai perasaan seseorang dan kelompok. Jadikan lisan itu lurus, bicaranya baik, kata-katanya segar, dan isi pembicaraannya terjaga dari hal-hal buruk.
  65. Ketahuilah, bahwa kesabaran itu akan mengubur aib-aib, ketabahan itu akan menjadi penutup bagi kekeliruan, dan kedermawanan itu adalah pakaian yang besar yang akan menutup semua kekurangan dan cacat.
  66. Menyendirilah beberapa saat untuk merenungkan hal-hal yang anda hadapi, untuk introspeksi diri, untuk memikirkan akhira, dan untuk memperbaiki dunia.
  67. Perpustakaan pribadi Anda adalah kebun yang rindang dan taman yang penuh dengan bunga-bunga di sekitar rumah Anda. Nikmatilah kebun dan taman itu bersama dengan para ulama, para bijak, para sastrawan, dan para penyair.
  68. Carilah rezeki yang halal, dan jauhi rezeki yang haram. Hindarkan dirimu untuk meminta-minta kepada orang lain. Berdagang itu lebih baik daripada menjadi pegawai. Gunakan uangmu untuk berdagang, dan hiduplah dengan sederhana.
  69. Berpakaianlah secara sederhana, bukan cara berpakaian orang-orang yang berlebih-lebihan, juga bukan meniru pakaian orang-orang gembel. Jangan mencari popularitas dengan pakaian, seperti umumnya orang.
  70. Jangan mudah marah, sebab marah hanya akan merusak cinta, dan memutuskan tali silaturahmi.
  71. Sekali waktu lakukanlah perjalanan untuk menyegarkan kembali suasana hidup, untuk melihat perihal dunia di luar dunianya, untuk melihat hal-hal baru, negeri-negeri yang lain. Perjalanan adalah sebuah kenikmatan tersendiri.
  72. Bawalah selalu catatan kecil di dlam kantong saku Anda untuk mengatur pekerjaan dan waktu, mengingatkan anda akan janji-janji yang Anda buat, dan untuk mencatat hal-hal yang penting menurut Anda.
  73. Dahuluilah mengucapkan salam, ucapkan selamat dengan tersenyum, curahkan perhatian anda kepada mereka agar Anda menjadi orang yang sangat mereka cintai dan dekat dengan mereka.
  74. Percayalah pada diri sendiri, dan jangan menggantungkan diri pada orang lain. Anggaplah bahwa mereka menjadi tanggungan Anda, dan bukan Anda yang menjadi tanggungan mereka, dan bahwa hanya Allah yang bersama diri Anda. Jangan tertipu dengan orang-orang yang selalu berfoya-foya.
  75. Hindari kata pengandaian “jika ... maka nanti akan ...”, menangguhkan pekerjaan, dan menunda-nunda kewajiban. Sebab ini merupakan tanda kegagalan.
  76. Buanglah sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Jangan bersikap plin-plan. Tapi, bersemangatlah, bulatkan tekad, dan maju.
  77. Jangan sia-siakan usia Anda dengan sering gonta-ganti profesi, spesialisasi, dan pekerjaan. Sikap suka bergonta-ganti seperti ini menunjukkan bahwa Anda tidak pernah sukses dalam hal apapun.
  78. Bergembiralah denganhal-hal yang bisa menghapuskan dosa-dosa, misalnya amal saleh, musibah-musibah, taubat, doa dari kaum muslimin, rahmat dari Yang Maha Pengasih, dan syafaat dari Rasulullah.
  79. Biasakan untuk mengeluarkan sedekah meskipun hanya sedikit, karena sedekah akan memadamkan api kesalahan, menggembirakan hati, menghilangkan keresahan, dan akan menambah rezeki.
  80. Jadikan Nabi Muhammad sebagai suri tauladan, sebab dia adalah pemimpin yang mengantarkan kepada kebahagiaan, yang menunjukkan kepada kesuksesan, dan yang menghantarkan pada keberuntungan dan keberhasilan.
  81. Kunjungilah rumah sakit agar anda bisa merasakan bagaimana nikmatnya sehat, datanglah ke penjara agar Anda bisa merasakan bagaimana nikmatnya kemerdekaan, dan datanglah ke rumah sakit jiwa agar Anda menyadari bagaimana nikmatnya akal. Sebab jika Anda tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti itu secara langsung maka Anda akan senantiasa berada dalam nikmat tapi tidak pernah menyadarinya.
  82. Jangan mau dihancurkan oleh hal-hal yang sepele, tapi juga jangan memperlakukan masalah lebih besar dari kenyataannya yang sebenarnya. Berhati-hatilah, jangan terlalu takut manghadapi masalah dan jangan terlalu membesar-besarkan masalah.
  83. Jadilah sosok yang berpandangan luas. Berusahalah untuk memafkan siapa saja yang berbuat jahat kepadamu agar Anda bisa menikmati hidup ini dengan damai dan tenang, dan enyahkan jauh-jauh niatan untuk membalas dendam.
  84. Jangan buat musuh-musuh Anda gembira, dengan kemarahan dan kesedihan Anda. Sebab, itulah yang mereka mau. Karenanya, jangan beri kesempatan mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka untuk mengotori kehidupan Anda.
  85. Jangan menyalakan tungku di dalam dada berupa permusuhan, kedengkian, dan kebencian orang lain. Karena api permusuhan, kedengkian, dan kebencian adalah azab yang abadi.
  86. Bersikaplah sopan dalam majelis, diam – kecuali untuk sebuah kebaikan, dengan wajah berseri penuh rasa hormat kepada semua majelis, mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dan jangan sekali-kali memotong pembicaraan mereka.
  87. Jangan seperti lalat yang hanya hinggap di atas luka. Jangan menginjak-injak kehormatan orang lain, mengutak-atik aib mereka, merasa senang dan bahkan menginginkan kejatuhan mereka.
  88. Jauhi cinta yang berlebihan dan cinta yang dilarang, sebab itu adalah azab bagi jiwa, dan penyakit bagi hati. Kembalilah kepada Allah, kepada mengingat-Nya, dan kepada menaati-Nya.
  89. Melihat kepada yang diharamkan hanya akan menumbuhkan kesedihan, kegundahan, dan luka di dalam hati. Sedangkan orang yang bahagia adalah orang yang merendahkan pandangan dan takut kepada Rabb-Nya.
  90. Makanlah dengan teratur. Makanlah makanan yang berguna, jangan terlalu kenyang, dan jangan tidur dalam keadaan kenyang.
  91. Bayangkan hal yang paling pahit ketika Anda merasa takut menghadapi masalah. Setelah itu siapkan dirimu untuk menerima itu semua. Dengan kesiapan seperti itu, Anda akan merasakan ketenangan dan kemudahan.
  92. Jika tali telah menegang kencang, maka itu tandanya akan putus. Jika malam telah sangat pekat, maka kegelapan itu akan segera pergi. Jika sebuah masalah sudah sangat menghimpit, maka itu tandanya akan segera muncul jalan keluar. Dan, sesungguhnya satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.
  93. Renungkan tentang rahmat Yang Maha Penyayang itu. Dzat Yang Maha Penyayang itu mengampuni pelacur yang hanya memberi minum seekor anjing, memafkan orang yang telah membunuh seratus orang, meregangkan tangannya untuk menerima orang-orang yang bertaubat, dan menyeru orang-orang Nasrani untuk bertaubat.
  94. Setelah lapar akan datang kenyang, setelah dahaga akan datang kesegaran, setelah sakit pasti ada kesembuhan, setelah kefakiran akan datang kekayaan, dan kesedihan itu dibarengi oleh kebahagiaan. Inilah sunnah Allah yang tidak bisa diganggu gugat.
  95. Renungkan surat Alam nasyrah laka shadrak, dan ingat ketika Anda dalam kesulitan. Ketahuilah surat itu adalah obat paling mujarab untuk menghadapi tekanan.
  96. ...........................
  97. Jangan mudah marah. Tapi jika harus marah, diamlah dam berlindunglah kepada Allah dari setan. Ubahlah posisi Anda. Jika Anda marah ketika sedang berdiri maka duduklah, berwudhulah, dan perbanyaklah berdzikir.
  98. Jangan takut dengan kesulitan, sebab kesulitan akan menguatkan hati, akan membuat Anda dapat merasakan nikmatnya sehat, akan membulatkan tekad, akan mengangkat kedudukan, dan akan memunculkan kesabaran Anda.
  99. Memikirkan masa lalu adalah kebodohan dan kegilaan. Ibaratnya, orang yang menumbuk tepung, yang menggergaji serbuk kayu, dan mengeluarkan mayat dari kuburan.
  100. Lihatlah musibah itu dari sisi yang paling memberikan harapan, bayangkan pahala yang Anda dapatkan dari musibah tersebut. Sadarilah bahwa musibah yang menimpa diri Anda itu lebih ringan jika dibandingkan dengan yang menimpa orang lain, mudah dari musibah yang lain. Dan, belajarkan dari orang-orang yang telah mendapat cobaan dan ujian.
  101. Apa yang akan menimpa diri Anda tidak akan luput dari Anda dan yang tidak akan menimpa diri Anda tidak akan pernah menimpa diri Anda. Pena telah kering untuk (menuliskan lagi) apa yang akan anda alami nanti. Tak ada alasan bagi Anda untuk menghindar dari (ketentuan) qadha’.
  102. Ubahlah kerugian-kerugian itu menjadi keuntungan keuntungan. Buatlah minuman yang manis dari buah lemon. Tambahkan ke dalam air musibah itu gula sepenuh telapak tangan. Dan, beradaptasilah dengan keadaan Anda.
  103. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan lupa pertolongan Allah, sebab pertolongan Allah akan turun sesuai dengan tingkat kesulitannya.
  104. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan lupa pertolongan Allah, sebab pertolongan Allah akan turun sesuai dengan tingkat kesulitannya.
  105. Kebaikan yang terdapat dalam apa yang Anda benci lebih banyak daripada yang terdapat dalam yang anda sukai, karena anda tidak mengetahui akibat yang akan terjadi. Betapa banyak kenikmatan yang tersembunyi dalam kesulitan dan betapa banyak kebaikan yang tersembunyi di balik keburukan.
  106. Ikatlah khayalan Anda itu agar tidak menyeret anda ke dalam lembah-lembah keresahan. Berusahalah untuk berpikir tentang nikmat, karunia, dan kemenangan-kemenangan yang ada pada diri Anda.
  107. Hindarilah kebisingan dan hiruk pikuk di dalam rumah dan kantor Anda. Sebab di antara tanda-tanda kebahagiaan adalah ketenangan, kedamaian, dan keteraturan.
  108. Shalat adalah penolong yang sangat baik untuk mengeluarkan diri anda dari belitan musibah. Shalat akan mengangkat jiwa naik ke cakrawala yang paling tinggi, dan akan membawa ruh ke ruang cahaya dan kemenangan.
  109. Bekerja yang serius-produktif akan membebaskan jiwa dari kecenderungan-kecenderungan buruk, dari khayalan-khayalan yang penuh dosa, dan dari keinginan-keinginan yang terlarang.
  110. Kebahagiaan adalah sebuah pohon yang airnya, makanannya, udaranya, dan cahayanya adalah keimanan kepada Allah dan akhirat.
  111. Barangsiapa memiliki tata krama yang banyak dan baik, perasaan yang sehat, dan akhlak yang mulia, maka dia akan membuat dirinya dan orang lain berbahagia, dan akan mendapatkan hati yang tenang dan kondisi jiwa yang sejuk.
  112. Hiburlah hati Anda, sebab hati itu cepat menjadi bosan dan mudah merasa capek, terapkan cara-cara yang variatif, dan carilah dari sekian cara itu yang mengandung seni hikmah dan ragam makrifah.
  113. Dengan ilmu akan membuat hati menjadi lapang, meluaskan cara pandang, membukakan cakrawala sehingga jiwa dapat keluar dari berbagai keresahan, kegundahan, dan kesedihan.
  114. Adalah bagian dari kebahagiaan, kemampuan untuk mengatasi rintangan dan kesulitan. Nikmatnya kemenangan tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan apapun, dan kegembiraan yang disebabkan oleh keberhasilan tidak bisa disamakan dengan kegembiraan manapun.
  115. Jika Anda ingin merasakan kebahagiaan bersama orang lain, maka perlakukan mereka dengan cara yang sama yang Anda sukai ketika mereka memperlakukan Anda, jangan meremehkan milik mereka, dan jangan pula merendahkan kemampuan mereka.
  116. Pengetahuan, pengalaman, dan wawasan jauh lebih baik daripada tumpukan harta. Karena gembira dengan harta benda adalah sifat binatang, sedangkan gembira dengan ilmu pengetahuan adalah sifat manusia.
  117. Jika salah satu dari pasangan suami-istri itu marah, maka yang lain harus diam. Baik suami atau istri harus menerima pasangannya apa adanya karena tak seorangpun di dunia ini yang sempurna.
  118. Teman yang salih dan selalu optimistis akan sangat membantu meringankan kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi, dan membukakan pintu harapan. Sedangkan yang pesimistis akan membuat dunia tampak hitam pekat.
  119. Orang yang sudah memiliki istri/suami, rumah, badan yang sehat, dan kecukupan harta maka dia telah mendapatkan keindahan hidup. Karena itu, ia harus bersyukur kepada Allah, dan merasa puas. Di atas semua itu, tidak ada lagi kenikmatan, kecuali keresahan belaka.
  120. Orang yang merasa aman dalam tidurnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka sebenarnya dia telah memilki dunia. (Al-Hadist)
  121. Orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb, Islam sbagai agama, dan Muhammad sebagai Rosul maka itu adlah hak allah untuk meridhai-Nya. (Al-Hadist). Ini merupakan rukun ridha.
  122. Prinsip-prinsip kesuksesan adalah bahwa Allah ridha kepada Anda, allah ridha karena orang-orang di sekitar Anda, keran jiwa anda yang menerima dengan penuh keridhaan, dan anda mampu mempersembahkan amalan yang bermanfaat.
  123. Makanan adalah kebahagiaan untuk sehari, perjalanan adalah kebahagiaan untuk seminggu, pernikahan adalah kebahagiaan untuk sebulan, harta adalah kebahagian untuk setahun, dan keimanan adalah kebahagiaan untuk seumur hidup.
  124. Anda tidak akan pernah bahagia dengan tidur, makan , minum, dan menikah saja. Tapi Anda akan bahagia dengan bekerja, yang juga telah memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang besar di muka bumi ini.
  125. Orang yang memiliki kesempatan untuk membaca adalah orang yang bahagia. Karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia, dan bisa melipat waktu dan tempat.
  126. Berbicara dengan sesama saudara dapat mengusir kesedihan, bercanda yang sehat adalah rileksasi, dan mendengarkan syair dapat menenangkan pikiran.
  127. Anda lah yang mewarnai hidup Anda dengan cara pandang menurut diri sendiri. Artinya, kehidupan anda adalah ciptaan pikiran Anda sendiri. Karena itu, jangan mengenakan ‘kacamata hitam’ (pandangan orang lain).
  128. Pikirkan tentang orang-orang yang Anda cintai, dan jangan meluangkan waktu sedetik pun untuk memikirkan tentang orang-orang yang Anda benci. Sebab, mereka tidak akan tahu-menahu tentang diri dan keresahan yang Anda hadapi.
  129. Jika anda menikmati pekerjaan yang produktif, maka syaraf Anda akan mengendur, jiwa Anda akan tenang, dan lautan ketenangan akan menenggelamkan Anda.
  130. Kebahagiaan itu tidak ada dalam garis keturunan, harta benda, dan emas berlian. Tapi kebahagiaan itu terdapat dalam agama, ilmu, sopan-santun, dan tujuan yang kesampaian.
  131. Menurut Allah, hamba-Nya yang paling bahagia adalah orang yang paling banyak melakukan kebaikan dengan tangannya sndiri, yang paling banyak memberikan kebaikan kepada saudara-saudaranya, dan paling banyak bersyukur atas semua itu.
  132. Jika Anda tidak bisa menikmati kebahagiaan dengan waktu yang ada, maka jangan pernah menunggu kebahagiaan yang akan menghampiri Anda dan turun dari langit.
  133. Berpikirlah tentang keberhasilan pekerjaan Anda, dan tentang kebaikan apa yang telah anda baktikan kepada orang lain. Kemudian, bergembiralah dengan semua itu. Bersyukurlah kepada Allah. Yang demikian, akan membuat hati Anda merasa lapang.
  134. Dzat Yang telah Mencukupkan keinginanAnda kemarin, akan pula mencukupkan keinginan Anda hari ini dan besok. Karena itu, bertawakallah kepada-Nya. Jika Dia bersama Anda, siapa yang Anda takutkan? Dan, jika Dia menjauhi Anda, maka kepada siapa anda akan berharap?
  135. Antara diri Anda dan orang-orang kaya itu hanya berselisih satu hari. Di hari kemarin, mereka sama sekali tidak merasakan kenikmatan hari kemarin, sedangkan hari besok, bukan milik saya dan bukan pula milik mereka. Mereka itu hanya punya satu waktu. Sungguh sangat singkat.
  136. Kegembiraan itu membuat; jiwa menjadi bersemangat, hati menjadi berbunga, menyeimbangkan masing-masing anggota tubuh, memberikan kekuatan dan nilai kepada kehidupan, juga memberi faedah kepada usia seseorang.
  137. Kekayaan, keamanan, kesehatan, dan agama adalah pilar-pilar kebahagiaan. Logikanya, orang yang tidak punya apa-apa, yang dilanda ketakutan, yang sakit, yang kafir, tidak akan mendapatkan kebahagiaan. Mereka semua berada dalam kesengsaraan.
  138. Orang yang memahami arti kesahajaan, maka akan memahami pula arti kebahagiaan. Orang yang menempuh jalan pertengahan, maka akan mencapai kemenangan. Dan, orang yang mengikuti cara-cara yang mudah, maka akan mendapatkan keberuntungan.
  139. Dalam satu rentang waktu, zaman hanya ada satu kata: Sekarang! Dan, dalam kamus kebahagiaan hanya ada satu kata: Keridhaan!
  140. Jika Anda ditimpa musibah, maka bayangkan musibah itu sangat besar, niscaya Anda akan mudah menghadapinya. Dan, anggap bahwa musibah itu akan segera berakhir. Kalu bukan karena kesengsaraan yang disebabkan oleh kesulitan, tentu tidak akan pernah mengharapkan kegembiraan – karena bisa keluar dari kesulitan.
  141. Jika Anda terhimpit oleh sebuah tekanan, maka ingatlah berapa banyak tekanan yang telah berhasil anda lalui, dan berapa banyak Allah telah menyelamatkan diri Anda. Dengan demikian, maka pada saat itu anda akan tahu bahwa Dzar Yang telah Menyelamatkan diri Anda di dunia, juga akan melakukan hal yang sama di akhirat kelak.
  142. Orang yang durhaka kepada hari yang dijalaninya adalah orang yang menghabiskannya untuk melakukan hal-hal yang menyalahi: kewajiban, keluhuran, pujian, ilmu, kedekatan, dan kebaikan.
  143. Usahakan agar di sekitar atau di tangan Anda selalu ada buku abadi, karena selalu ada waktu yang terbuang percuma. Dan, buku abadi adalah alternatif terbaik untuk menjaga waktu itu dan mengisinya dengan hal-hal yang membangun.
  144. Seorang hafizh yang membaca al-Qur’an pada tengah malam, tidak pernah mengeluh bosan, tidak pernah mengeluh kosong, dan tidak pernah mengeluh jemu. Sebab al-Qur’an telah mengisi seluruh hidupnya dengan kebahagiaan.
  145. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan sampai Anda selesai mempelajari semua aspeknya. Setelah itu, mintalah pilihan kepada Allah, dan musyawarahkanlah dengan orang-orang yang Anda percaya. Jika Kemudian Anda berhasil, memang itulah yang dikehendaki(Nya), dan jika tidak, maka jangan pernah menyesal.
  146. Orang yang berpikir akan senantiasa memperbanyak teman dan menyedikitkan musuh. Karena teman baru diperoleh dalam jangka waktu setahun, sedangkan musuh bisa didapat dalam waktu sehari. Maka beruntunglah orang yang diciptakan oleh Allah untuk mencintai makhluk-Nya.
  147. Untuk kepentingan dunia Anda, tetapkan satu batasan yang bisa Anda jadikan rujukan. Kalau tidak, maka hati Anda tidak pernah akan punya satu konsep, hati anda akan dipenuhi oleh keinginan-keinginan, hidup anda akan merana, dan keadaan Anda akan semakin memburuk.
  148. Orang yang sudah bisa merasakan kehadiran nikmat-nikmat Allah pada dirinya berkewajiban untuk mengikatnya dengan syukur, menjaganya dengan ketaatan, dan memeliharanya dengan tawadhu’ agar nikmat-nikmat itu bisa lestari.
  149. Orang yang jiwanya dibersihkan oleh taqwa, pikirannya disucikan oleh iman, dan akhlaqnya disepuh oleh kebaikan, akan menerima kecintaan dari Allah dan sesama.
  150. Orang yang malas dan suka berleha-leha adalah orang yang membuat orang di sekitarnya kerepotan dan yang menderita kesedihan, dalam arti yang sebenarnya. Sedangkan orang yang bekerja serius adalah orang yang tahu bagaimana harus hidup dan bagaimana mendapatkan kebahagiaan.
  151. Kenikmatan dunia itu sebenarnya berbanding berlipat-lipat terhadap musibah-musibahnya. Tapi maslahnya, bagaimana kita mencapai kenikmatan itu secara cerdas.
  152. Seandainya seorang wanita berhasil menggenggam dunia, berhasil mendapatkan semua anugerah penghargaan dari seluruh dunia, dan berhasil mendapatkan semua gelar kehebatan dunia, tapi kalau tidak laku kawin, tetap dianggap sebagai wanita yang tidak punya apa-apa.
  153. Kehidupan yang sempurna itu adalah ketika Anda di masa muda mencurahkan seluruh waktu anda untuk ambisi-ambisi Anda, ketika di masa dewasa mencurahkan seluruh waktu anda untuk berjuang, dan ketika Anda di masa tua mencurahkan seluruh waktu Anda untuk merenung.
  154. Cela diri anda sendiri atas kelalaian yang Anda lakukan, dan jangan sekali-kali mencela orang lain. Anda memiliki banyak cela yang untuk memperbaiki seluruhnya sudah menghabiskan seluruh waktu yang ada. Oleh karena itu, tinggalkan selain diri Anda.
  155. Yang lebih indah dari istana dan rumah mewah adalah buku, yang bisa menjernihkan pemahaman, yang membuat hati menjadi gembira, yang membuat jiwa menjadi teduh, yang membuat hati menjadi lapang, dan yang membuat pikiran berkembang.
  156. Mohonlah ampunan dan kesehatan kepada Allah. Jika Allah mengaruniakan itu semua maka Anda telah mendapatkan semua kebaikan, terhindar dari semua keburukan, dan mendapatkan kemenangan dengan segala kebahagiaan.
  157. Jika Anda masih memiliki sepotong roti, tujuh kurma, segela air, dan sehelai tikar di kamar bersama dengan mushaf, maka katakan kepada dunia, “(Semoga) kedamaian (senantiasa) atasmu.”
  158. Kebahagiaan itu ada dalam pengorbanan dan pengingkaran terhadap (keinginan) diri sendiri. Juga, di dalam usaha mengeluarkan semua upaya dan mencegah semua bahaya. Jauh dari sifat ananiyah (ego) dan balas dendam.
  159. Tertawa yang moderat akan membuat jiwa lebih lapang, memperkuat hati, menghilangkan kebosanan, membuat aktif bekerja dan menjernihkan pikiran.
  160. Ibadah adalah kebahagiaan, dan kelurusan sikap adalah kesuksesan. Orang yang selalu berdzikir dan yang ketagihan istighfar, dan selalu membutuhkan Allah adalah termasuk satu dari orang-orang yang berpredikat 'orang-orang yang banyak berbakti'.
  161. Sahabat yang paling baik adalah orang yang sangat Anda percaya dan membuat diri Anda merasa tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan, dan tidak pernah menjual rahasia diri Anda.
  162. Jangan terlalu membayangkan kebahagiaan yang jauh lebih besar dari yang Anda rasakan, karena Anda akan merugi dengan yang sudah ada. Dan, jangan menunggu musibah-musibah yang masih akan datang, karena Anda akan dirundung keresahan dan kesedihan lebih awal.
  163. Jangan mengira bahwa Anda diberi segalanya, tapi yang diberikan kepadamu adalah kebaikan yang banyak. Harapan bahwa Anda bisa menerima semua karunia adalah harapan yang terlalu jauh.
  164. Wanita cantik dan bertaqwa, rumah yang luas, rezeki yang cukup, dan tetangga yang salih adalah nikmat-nikmat yang hanya diketahui oleh sedikit orang.
  165. Seni yang berupa usaha untuk melupakan sesuatu yang tidak disenangi adalah kenikmatan, usaha untuk mengingat-ingat nikmat adalah kebaikan, dan usaha untuk melupakan cela orang lain adalah keutamaan.
  166. Mengampuni itu lebih menyenangkan daripada membalas. Bekerja lebih nikmat daripada menganggur. Berpuas-diri lebih agung daripada harta. Dan, kesehatan itu lebih baik daripada kekayaan.
  167. Menyendiri itu lebih baik daripada teman yang jahat. Teman yang baik lebih baik daripada menyendiri. Ber'uzlah adalah ibadah. Dan ber-tafakkur itu adalah ketaatan.
  168. Ber-'uzlah adalah kerajaan pikiran. Terlalu banyak bergaul adalah kebodohan. Percaya kepada siapa saja adalah ketololan. Dan, meminta tolong kepada mereka adalah kesialan.
  169. Akhlak yang buruk itu azab, kedengkian itu racun, ghibah itu kerendahan, dan memata-matai kesalahan orang itu kehinaan.
  170. Mensyukuri nikmat akan mencegah azab, meninggalkan dosa akan menghidupkan hati, dan memenangkan pertarungan melawan nafsu adalah kenikmatan besar.
  171. Sepotong roti kering dengan jaminan keamanan, akan lebih terasa lezat daripada madu dengan cengkeraman perasaan takut. Tenda kecil dengan segala keburukan yang ditutupi Allah lebih menyenangkan daripada istana yang penuh dengan fitnah.
  172. Kegembiraan karena ilmu itu akan abadi, kemuliaan karena ilmu akan lestari, dan ketenaran karena ilmu akan kekal. Sedangkan kegembiraan karena harta akan mudah sirna, kemuliaan yang disebabkan karena harta akan mengarah kepada kehancuran, dan ketenaran karena harta akan memudar.
  173. Bergembira dengan keduniaan adalah kegembiraan anak-anak. Sedangkan bergembira dengan keimanan adalah kegembiraan tingkatan orang-orang pilihan. Mengabdi kepada harta adalah kehinaan, dan beramal untuk Allah satu-satunya adalah kemuliaan.
  174. Kepedihan yang diakibatkan oleh semangat tinggi adalah kesegaran. Keletihan yang diakibatkan oleh kerja adalah ketenangan, keringat dari hasil kerja keras adalah minyak kesturi, dan pujian yang baik adalah parfum yang terbaik.
  175. Kebahagiaan adalah ketika mushaf menjadi teman akrab Anda, amalan Anda menjadi hobi, rumah menjadi tempat Anda menyendiri, dan harta simpanan Anda adalah kepuasan diri Anda.
  176. Gembira dengan makanan dan harta adalah kegembiraan anak-anak. Gembira dengan pujian yang baik adalah kegembiraan orang besar. Dan, melakukan kebaikan adalah kemuliaan yang tidak akan pernah memudar.
  177. Shalat di malam hari adalah keindahan di siang hari. Senang melakukan kebaikan kepada sesama adalah sebagian dari kesucian nurani. Dan menunggu jalan keluar dengan sabar adalah ibadah.
  178. Di dalam ujian itu emapt keindahan seni: mengharap pahala, hidup interaktif dengan kesabaran, berdzikir dengan baik, dan membayangkan datangnya kebaikan.
  179. Jangan mau menjadi kepala, sebab kepala sering merasa sakit. Jangan berambisi untuk menjadi terkenal, sebab terkenal dikenakan pajak, dan merasa cukup dengan tanpa nama adalah sebuah kebahagiaan.
  180. Tanda kebodohan itu adalah membuang-buang waktu, menunda-nunda taubat, menggantung kepada orang lain, durhaka kepada orang tua, dan menyebarkan rahasia orang lain.
  181. Kematian hati bisa diketahui dengan seringnya meninggalkan ketaatan, tenggelam dalam dosa, tidak peduli dengan omongan yang buruk, merasa aman dari tipu daya Allah, dan selalu menghina orang-orang salih.
  182. Orang yang tidak merasakan kebahagiaan di rumahnya, maka di tempat lain pun tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Orang yang tidak disenangi keluarganya, maka tak seorang pun yang menyenanginya. Dan orang yang menyia-nyiakan hari ini, berarti dia telah menyia-nyiakan hari esok.
  183. Empat perkara yang mendatangkan kebahagiaan: buku yang bermanfaat, anak yang baik, istri yang disayangi, teman bergaul yang salih. Dan, Allah memiliki ganti untuk semua itu.
  184. Iman, kesehatan, kekayaan, kebebasan, rasa aman, semangat muda, dan ilmu adalah sari dari semua yang diinginkan oleh orang-orang yang berpikir. Namun hanya sedikit yang mampu mendapatkannya sekaligus.
  185. Berbahagialah sekarang, sebab Anda tidak lagi terikat janji bahwa Anda akan abadi, dan Anda tidak lagi mendapat jaminan keamanan dari guncangan zaman. Karenanya, jangan menjadikan kegundahan itu sebagai uang tunai, sementara kegembiraan itu sebagai hutang.
  186. Sebaik-baik yang ada di dunia ini adalah keimanan yang benar, akhlak yang lurus, akal yang sehat, fisik yang kuat, dan rezeki yang mengalir. Sementara di luar itu semua adalah kesibukan semata.
  187. Dua kenikmatan yang tersembunyi: kesehatan badan dan keamanan di dalam negeri. sedangkan kenikmatan yang tampak: pujian yang baik dan keluarga yang salih.
  188. Hati yang riang akan membunuh semua 'mikroba' permusuhan, dan jiwa yang ridha akan mengusir semua erangga kebencian.
  189. Keamanan adalah tempat datar yang paling lapang. Kesehatan adalah pelindung diri yang paling sempurna. Ilmu adalah makanan yang paling lezat. Cinta adalah obat yang paling mujarab. Dan Lindungan Allah atas segala keburukan kita adalah pakaian yang paling baik.
  190. Orang yang bahagia itu tidak pernah menjadi fasik, orang sakit, orang yang terlilit hutang, orang terasing, orang yang dirundung kesedihan, ornag terpenjara, dan orang yang dibenci.
  191. Kebahagiaan adalah kesulitan yang terpecahkan, permusuhan yang menyurut, kesalihan yang dipraktikkan, dan syahwat yang bisa di kalahkan.
  192. Jalan yang paling sedikit rintangannya adalah jalan menuju rumahmu. Hari-hari yang paling banyak berkahnya adalah hari ketika Anda melakukan kesalihan. Sedangkan waktu yang paling sial adalah waktu Anda melakukan kejahatan kepada seseorang.
  193. Jika Anda mencela seseorang (yang beriman), berarti Anda telah mencela Rabb mereka Yang Maha Tinggi. Allah telah menjadikan mereka ketiadaan, namun mereka malah ragu tentang keberadaan-Nya. Allah telah memberi makan saat kelaparan, namun mereka malah bersyukur kepada selain Dia. Dan, Allah telah memberikan rasa aman dari ketakutan yang menimpa mereka, namun mereka malah memerangi-Nya.
  194. Jangan meletakkan bola dunia di atas kepala dan jangan mengira bahwa orang lain selalu peduli terhadap masalah kita. Hanya karena flu, mereka sudah melupakan kematian saya dan Anda.
  195. .......(...Masih diketik.....)
564.

Alhamdulillaah....

0 komentar: